Archive for Februari 2014

- Hidup adalah perjalanan yang digariskan memiliki 2 rasa: manis & getir, lapang & sesak, suka & duka, & .
- Tak seorangpun bisa lepas dari 2 rasa itu, hattapun mereka yang dicintaNya. Makin besar nikmat, pun besar pula .
- Imanpun tak menjamin kita selalu berlimpah & tertawa. Ia hanya jaminkan ada lembut elusanNyadalam apapun dera nan menimpa
- Maka & adalah wahana yang akan membawa hamba, menselancari kehidupan nan berrasa dua dengan iman dalam dada.
- Tersebab & itulah, Nabi ungkap betapa menakjubkan hidup & ihwal orang beriman. Semua urusan menjadi kebaikan baginya.
- Sebab dalam dia bersabar, & itu membuatnya meraih pahala tanpa hingga,
dicintaiNya, dan dibersamai Allah di segala luka.
- Sebab dalam dia bersyukur, dan itu membuat sang nikmat melekat, kian berganda berlipat, menenggelamkannya dalam rahmat.
- Tapi hakikat & sebenarnya satu saja; ungkapan iman menyambut dengan penuh ridha akan segala kurniaNya, apa jua bentuknya.
- Maka adalah sebentuk , menyambut kurnia -Nya nan berbentuk lara, duka, nestapa, dan yang niscaya
- Maka adalah sebentuk , menyambut kurnia -Nya yang berbentuk kesenangan, kelapangan, suka-ria nan nikmat
- Lihatlah Ayyub ber- atas segala sakit & nestapanya, sebab Allah mengugurkan dosa & menyisakan hati jua lisan untuk mendzikirNya.
- Lihatlah Sulaiman ber- atas kemaharajaan jin, hewan, & manusia. Sabar dengan ber- agar tak tergelincir sebagaimana Fir’aun.
- Kata ‘Ulama, ada di 3 hal; mentaati Allah, menjauhi kemaksiatan, menerima . Semuanya adalah jua rasa kepadaNya.
- dalam taat, sebab ia kadang terasa berat, ibadah terasa beban, keshalihan terasa menyesakkan. Tapi lah, Allah itu dekat.
- dalam jauhi maksiat, sebab ia kadang terlihat asyik, kedurhakaan tampak cantik. Tapi lah, iman itu rasa malu padaNya.
- dalam menghadapi musibah, sebab ia niscaya bagi iman di dada. lah, dosa gugur & beserta kesulitan selalu ada kemudahan.
- Sebab pahalanya diutuhkan tak terhingga (Az Zumar 10), maka pun sebenarnya tiada batasnya. Hanya bentuknya yang bisa disesuaikan.
- Maka iman menuntun taqwa; ialah kecerdikan hati dalam memilih bentuk sekaligus atas segala wujud ujian cinta dariNya.
- Taqwa itu yang bawa kita mendapat kejutan nan mengundang , jalan keluar dari masalah & rizqi tak terduga (Ath Thalaq 2-3)
- Tiap yang di -i jua berpeluang mengundang
yang harus di -i, seperti ketampanan Yusuf & cinta Ortu padanya.
- Maka tak ada kata henti untuk & , sebab ia 2 tali yang hubungkan kita denganNya; hingga hidup terasa surga sebelum surga;)
- Segala puji bagi Allah, sungguh kita milikNya, akan kembali jua padaNya. &
Sabtu, 22 Februari 2014
Posted by Unknown